Model tata kelola lingkungan air pedesaan

Saat ini, industri memiliki pemahaman yang baik tentang tata kelola lingkungan perkotaan. Dunia dan Tiongkok memiliki pengalaman dan model yang cukup untuk dijadikan referensi. Sistem air perkotaan di Tiongkok mencakup sumber air, pengambilan air, drainase, sistem tata kelola, badan air alami, dan perlindungan lingkungan air perkotaan. Terdapat pula gagasan yang jelas. Namun di pedesaan, situasinya telah berubah sepenuhnya. Misalnya, dalam hal sumber air, terdapat lebih banyak cara untuk memperoleh air daripada di kota. Masyarakat dapat langsung menggunakan sumber air di sekitarnya, air tanah, atau air dari jaringan sungai sebagai sumber air minum; dalam hal drainase, daerah pedesaan tidak seperti kota yang memiliki standar pengolahan limbah yang ketat. Instalasi pengolahan dan jaringan pipa. Jadi, sistem lingkungan air pedesaan tampak sederhana, tetapi mengandung kompleksitas yang tak terbatas.

Penanaman, peternakan, dan sampah merupakan faktor penting penyebab pencemaran air di daerah pedesaan.

Sumber air minum desa dapat tercemar oleh lahan pertanian, peternakan dan unggas, sampah atau rembesan toilet, dan lingkungan air pedesaan dapat tercemar oleh sampah rumah tangga pedesaan, pupuk dan pestisida dari sumber non-titik pertanian, serta antibiotik dari peternakan dan unggas. Oleh karena itu, masalah lingkungan pedesaan tidak terbatas pada daerah pedesaan saja, tetapi juga berkaitan dengan semua orang dan pengelolaan lingkungan air di daerah aliran sungai.

Tidak cukup hanya mempertimbangkan air dalam lingkungan air pedesaan. Sampah dan sanitasi juga merupakan faktor penting yang memengaruhi lingkungan air. Tata kelola lingkungan air pedesaan adalah proyek yang komprehensif dan sistematis. Ketika berbicara tentang air, tidak ada jalan keluar. Kita harus memperhatikan kelengkapannya dan kepraktisannya. Misalnya, air limbah dan sampah harus diolah secara bersamaan; peternakan dan unggas serta pencemaran sumber non-titik pertanian harus dikendalikan secara komprehensif; sumber air dan kualitas pasokan air harus ditingkatkan secara sinergis; standar dan pengendalian harus disesuaikan dengan kondisi lokal.

Oleh karena itu, di masa depan, kita tidak hanya harus fokus pada pengolahan dan pembuangan, tetapi juga harus fokus pada pengendalian polusi dan pemanfaatan sumber daya. Kita harus mempertimbangkan lingkungan air pedesaan dari perspektif pengelolaan komprehensif, termasuk limbah, sanitasi, peternakan dan unggas, pertanian, dan sumber pencemaran non-titik. Inilah cara berpikir komprehensif tentang pengelolaan lingkungan air pedesaan. Air, tanah, gas, dan limbah padat harus diolah bersama-sama, dan pembuangan, pengolahan sementara, konversi, dan berbagai sumber yang terlibat juga harus dikendalikan dalam siklus multi-proses dan multi-sumber. Terakhir, sangat penting juga agar berbagai langkah seperti teknologi, rekayasa, kebijakan, dan manajemen efektif.


Waktu posting: 29 Juli 2020

Pertanyaan

Tulis pesan Anda di sini dan kirimkan kepada kami.